ADISURANTHA.COM
jQuery Slider

2:31 am

DELVAUX BERCINTA MAGRITTE

22/11/2015, Fashion & Beauty

Tas DELVAUX yang jadi incaran fashionista akhir-akhir ini melansir seri baru yang terinspirasi pelukis Belgia, René Magritte. Potongan klasiknya tas ini tampil stylish!

Ingin tahu karya Magritte yang ikonis itus eperti apa?

Adi Surantha

Read More >

2:06 am

JOHN HARDY TAMPILKAN KOLEKSI EDISI TERBATAS ULANG TAHUN KE-40

22/11/2015, Fashion & Beauty

JOHN HARDY
FROM BALI WITH LOVE #MYPICK
 

Read More >

6:01 am

JAKARTA FASHION WEEK 2016 CHOSSY LATU FOR DANAR HADI

17/11/2015, Life Style

CHOSSY KINI.

Chossy Latu  memulai kariernya di era mode 80an, namanya bergaung saat berkerja pada Iwan Tirta, dan memulai labelnya sendiri dengan kreasi gaun pesta made-to-order. Beberapa tahun belakangan juga disibukan dengan pesanan seragam dari beberapa perusahaan ternama. Terakhir menggelar peragaan tunggal di 2006 dengan koleksi bertajuk Regalia, dan aktif melasir koleksi kolaborasi dengan beberapa komunitas dan label fashion. Peragaan koleksi terbaru Chossy ada di Jakarta fashion Week 2016, berkolaborasi dengan label ritel ternama yang memproduksi batik Danar Hadi, dengan tema Solometrik. Kreasi batik Solo, kota asal Danar Hadi dengan corak floral dan palet cerah. Koleksi hadir dengan nuansa hitam-putih, semburat kuning, merah, dan biru. Acara ini juga bersama Yayasan Jantung Indonesia, yang dibuka dengan peragaan beberapa wanita dari komunitas itu bersama anak-cucu mereka. 

 

Koleksi hadir dengan rok pensil dan blazer berpotongan boxy, A-line dress dengan pea coat berlengan sebatas sikut, blus panjang sutera yang dipadankan dengan celana pendek, atasan siluet trapeze, hingga sleeveless top berompi. Koleksi ini dibawakan model dengan tambahan topi lebar dan korsase bunga artifisial dengan ukuran maksimal. Melihat koleksi ini saya seperti terlempar di era 90an. Walau saya tidak hidup keriaan di era itu, saya teringat waktu melihat gaya rancangnya di halaman majalah tante saya saat itu. Di sekuen akhir rok gala dipadankan dengan bustier, terusan sutera batik berpotongan loose dengan aplikasi bulu, hingga padananan bawahan sequins. Hal yang sering Chossy lakukan di peragaan sebelumnya, tahun lalu, atau tahun lalu, dan tahun lalu sekali di beberapa peragaannya. Tidak ada yang baru dari tangan Chossy, koleksi ini layaknya pengulangan sebuah presentasi busana,  tidak memperkenalkan gaya baru. Hanya materialnya saja yang baru, dari garis desain hingga tatanan gaya, Chossy seperti memiliki kreativitas yang jalan di tempat. Dirinya memiliki dunianya sendiri, tidak memahami definisi fashion itu sendiri yang menuntut hal baru, atau setidaknya dirinya sedikit saja "bermain" dari tren fashion global yang begitu mudah dilihat, dan diakses di masa kini. 
 
Saat saya bertemu dengan Chossy setelah show, saya menyapanya, dan bertanya soal akun social media miliknya. Saya ingin tahu produktivitas Chossy saat ini, terakhir saya ke studio dan mewawancarainya lima tahun lalu. Dirinya mengatakan tidak punya. Saya pun berpikir seorang legenda mode Karl Lagerfeld yang masih hidup di masa kini yang memiliki akun social media, walau mungkin dikelola dengan timnya. Dari situ saya bisa tahu inspirasi hingga visinya. Namun, untuk hal ini membuat saya berpikir bahwa Chossy tidak memiliki kepedulian bagi dirinya, juga industri mode tanah air. Sebagai seorang desainer senior,  Chossy seharusnya berkontribusi untuk menjadi teladan bagi yang junior yang kini  banyak berjuang membangun labelnya.  Atau setidaknya ada inspirasi yang bisa dibagi melalui karyanya dalam menggarap koleksi, dan batik yang merupakan tantangan membuat elemen berdaya pakai dan selera masa kini. 
 
Padahal kemampuan tailor-cut Chossy yang dikenal prima, bisa dieksplorasi pada potongan mode masa kini. Banyak nuansa tailored yang jadi tren global, dan digarap desainer muda internasional dan jadi idaman. Hal itu bisa dijadikan kekuatan Chossy dalam mengembangkan kreasi item busananya. Semangat glamoritas yang ada pada diri Chossy pun, mampu diintepretasikan pada kelebihannya dalam menggarap busana berpotongan sharp tersebut. Tapi, Jika Chossy tidak lagi memiliki energi untuk itu, dirinya bisa merangkul desainer muda untuk berjalan bersamanya. 

Adi Surantha.

 

Read More >

5:58 am

STUDIO 133 BIYAN SPRING SUMMER 2016

13/11/2015, Fashion & Beauty

STUDIO EVOLUSI 
 
133 nomor rumahnya di Surabaya, kota asal desainer Biyan, dijadikan nama second line dari desainer fashion kebanggaan mode Indonesia ini. Studio 133 nama dan nomor yang ternyata juga membawa hoki, label yang sudah berjalan selama tiga dekade di industri fashion tanah air masih mempresentasikan koleksi terbarunya di Hotel Dharmawangsa Jakarta minggu lalu. 
 
Model wanita dengan riasan sederhana dan cepolan rambut berkain patchwork melenggang dalam balutan busana serba longgar. Terlihat sekali betapa wanita menikmati kecantikan dan hidupnya dengan balutan atasan tunik dan celana kulot. Perpaduan corak tribal dipulas dalam nuansa pastel. Perkawinan corak juga hadir seperti ikat dan grafis yang tampil dalam satu set atasan dan bawahan yang tak terlihat membosankan. Hal itu juga terlihat pada pilihan blus tunik panjang dan celana panjang motif bold-stripes. Percampuran corak kotak-kotak, floral, songket, tie-dyed dan abstrak, juga hadir pada blus longgar dan tank top panjang yang dibingkai dalam gaya satu set. Suatu ide gaya pelesir yang praktis namun tetap sophisticated.
 
Beberapa atasan tunik juga hadir dengan detail bordir bernapas eklektik, dipadankan dengan rok asimetris yang membuat tampilan modern dan chic. Pada sekuen akhir ragam pilihan atasan dan terusan bermandi detail yang delicate. Mulai dari bordir, bebatuan dekoratif hingga renda hadir dalam kombinasi material berat dan ringan. Soal material, kepiawaian Biyan dalam menggarap perpaduan motif tribal dan geometrikal jadi pada silk, renda, linen, dan katun membungkus koleksi jadi easy dan elegan. Luaran kaftan, cape, atasan, rok , celana, dalam potongan asimetris dan palazzo membebaskan Anda untuk memadu-padankannya. Tak lupa dengan ragam statement necklace dan anting yang bersinergi membuat tampilan lebih individual.
 
Koleksi pria juga jadi perbincangan malam itu, Biyan meneruskan semangatnya untuk memproduksi pakaian pria setelah tahun lalu menyelipkannya di peragaan first line-nya di Bazaar fahsion Festival 2015. Koleksi atasan jadi highlight untuk seri Studio 133. Beberapa atasan longgar dan panjang berkerah nehru hadir dengan twist hitam-putih pada detail lengan. Ada pula perpaduan motif tribal dan bold-stripes seperti koleksi wanita, yang tampilannya jauh dari kesan feminin berkat opsi bahan katun yang sharp. Bordiran juga hadir pada atasan tunik pria yang ditempatkan pada lengan dan pinggang. Beberapa padanan celana pendek membuat atasan-atasan linen melayang untuk pria tampil kasual.
 
Label Studio 133 memang dikenal dan banyak dikomsumsi oleh beberapa wanita berusia senior yang gemar mengenakan potongan longgar, Ibu saya sangat menggemarinya. Belum lagi ragam detail dan pilihan bahannya kadang adaptif diaplikasikan bagi wanita yang berhijab atau modest wear, label ini sangat akrab pada mereka. Namun, tiga tahun belakangan presentasi koleksi Studio 133 mengembangkan elemen fashionnya jadi lebih luas untuk mencuri selera pasar dengan  beragam gaya dan muda. Dari tamu yang hadir mulai dari wanita bercucu, berkeluarga, hingga usia dua-puluhan , Biyan membuka cakrawala baru bagi gaya dan lintas generasi pemakainya. 
 
Evolusi Biyan pada gaya, garis desain dan karakternya hadir dengan harmonis dan tidak emosional. Semangat ini yang menurut saya terus membuat Biyan tetap jadi patokan dan teladan bagi pelaku baru di industri mode tanah air, agree?
 
Adi Surantha.

Read More >

5:22 am

PAKE CROCO? SIAPA TAKUT!

09/11/2015, Fashion & Beauty

HAPPY MONDAY!

Koleksi terbaru jam tangan saya dari Daniel Wellington, Dapper York series. 

Kenapa saya memilih seri ini:

1. Potongan klasik, clean, slim dan material croco dove yang tidak membuat mata terbelalak. 

2. Dial case yang simple, dan logo brand yang discreet!

3. saya belum punya jam tangan bergaya ini.

Adi Surantha.

 

Read More >

4:59 am

JAKARTA FASHION WEEK 2016: #MYPICK

06/11/2015, Fashion & Beauty

LOTUS BY KESYA MOEDJENAN

 

Read More >
MAY 29, 2015 AT 3:53 AM

SAYS :


15 of 27 | 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27 

"4 DECADES OF FASHION" A FASHION EXHIBITION CURATED & DIRECTED BY ADI SURANTHA FOR STUDIO ONE 40TH ANNIVERSARY


"4 DECADES OF FASHION" A FASHION EXHIBITION CURATED & DIRECTED BY ADI SURANTHA FOR STUDIO ONE 40TH ANNIVERSARY


ADI SURANTHA X TUTY CHOLID. JAKARTA FASHION WEEK 2016


ME WITH LANVIN MEN'S WEAR CREATIVE DIRECTOR, LUCAS OSSENDRIJVER


ME WITH VALENTINO'S CREATIVE DIRECTOR, PIERPAOLO PICCIOLI


ME WITH MIRANDA KERR AT LV


ME WITH GRACE CODDINGTON


ME WITH GLOBAL FASHION DIRECTOR CARINE ROITFELD AT HERMES PFW


ME WITH ANNA DELLO RUSSO AFTER CHANEL PFW


ADI IN H&M WANG


ADI SURANTHA FOR ALKISAH BY RIO MOTRET


ADI SURANTHA WITH BRYAN BOY


EXTRAORDINARY BEAUTY


SEMANIS AURA MANISH ARORA


NYONYA JUNYA


ABOUT ADI SURANTHA


ALL AGES, ALL RACES, ALL SEXES


AS X CLARKS


ADI SURANTHA X TRI HANDOKO AT JAKARTA FASHION WEEK 2015


ADI SURANTHA FOR CLARKS SHOES


TEST KANAN


AMBER TAMBLYN


CHANEL BOY


CHANEL RESORT 2016


BEAUTY DIARY


DIOR RESORT 2016


FAV PIC THIS WEEK


ADI SURANTHA FASHION BLOGGER FOR CLARK SHOES INDONESIA


ADI WITH TORY BURCH


ADI SURANTHA FASHION STYLIST FOR PLAZA INDONESIA 25TH ANNIVERSARY INSTALATIONS


ADI AT NEW YORK FASHION WEEK


TEX SAVERIO BEFORE LADY GAGA


FASHION PORTFOLIO. BAZAAR FASHION CONCERTO 2013 BY ADI SURANTHA


OH YOHJI


AMICA INDONESIA BY ADI SURANTHA


COSMOPOLITAN INDONESIA SEPTEMBER 2013. ART ISSUE. SPECIAL SECTION ART BY ADI SURANTHA


DEWI SANDRA BY ADI SURANTHA


ADI WITH GILES DEACON