ADISURANTHA.COM
jQuery Slider

12:05 pm

GAYA BUSANA PENYANYI ROSSA OLEH FASHION STYLIST ADI SURANTHA

04/09/2016, Portfolio

ROSSA FASHION DIARY

GAYA BUSANA PENYANYI ROSSA OLEH FASHION STYLIST ADI SURANTHA

 FOR LATEST WORK KLIK http://adisurantha.tumblr.com 


 

Read More >

11:47 am

AFGANSYAHREZA STYLED BY ADI SURANTHA

04/09/2016, Portfolio

 

 

 

Read More >

1:37 pm

KABAR TERKINI FASHION INDONESIA 2016. HARPER'S BAZAAR INDONESIA MARCH 2016 ISSUE

02/04/2016, Fashion & Beauty

16 FOR 2016

IN FASHION

Beberapa berita mode tanah air yang wajib Anda ketahui dan antisipasi tahun ini. 

Oleh, Adi Surantha

1. Peragan busana tunggal dari desainer senior tanah air yang sudah lama tidak menggelar presentasi akan dilakukan. Dibuka oleh Edward Hutabarat awal tahun ini, perancang Adrian Gan, Tex Saverio, dan desainer aksesori Rinaldy A Yunardi juga akan mempresentasikan koleksi terbarunya. Adrian akan melansir koleksi terbatas dengan eksplorasi sulaman yang delicate. Tex Saverio mencoba untuk peragaan tunggal dengan untuk koleksi gaun malam dengan konsep baru. Sedangkan Rinaldy dikabarkan akan melansir koleksi akesori yang dikenal artistik dengan konsep presentasi yang konseptual. Rinaldy juga akan membuat sebuah pameran untuk peragaan tunggalnya ini.

2. Lokasi presentasi tak hanya di hotel berbintang lima atau pusat perbelanjaan, pilihan presentasi koleksi desainer hadir dengan opsi lokasi berbeda. mulai dari out-door space, hingga dekorasi konseptual. Galeri seni Salihara, Jakarta yang tahun 2015 lalu dijadikan presentasi unik label Major Minor by Ari Seputra dan label Tangan. Tahun ini beberapa label perancang muda juga akan menggelar fashion show di tempat menarik. Lulu Lutfi Labibi yang berbasis di Kota Gede, Yogyakarta, akan menggelar presentasi fashion perdananya di Taman Budaya Yogyakarta, dan diisi oleh pemutaran film independent khas labelnya. Kreasi batik bersama siswa asuhannya di SMK Gendangsari jadi fokus desain. Desainer muda Opi Bachtiar juga akan mempresentasikan koleksi secara tunggal, yang akan digelar di salah satu museum Jakarta. Opi yang selalu terinspirasi oleh kekayan Indonesia melalui siluet, dan material mencoba memperkenalkan teknik tekstil Indonesia dan material tenun Indonesia. 

3. Pameran fashion dalam skala besar atau mini yang banyak terjadi di tahun 2015.  Seperti pameran koleksi Didi Budiardjo, Instalasi 40 desainer Indonesia untuk tahun ulang 40 tahun event organizer fashion studio one, pameran kain nusantara dari koleksi kain Edward Hutabarat dan Sjamsidar Isa. Hal itu menyemangati banyak pelaku mode untuk mencobanya tahun ini. Salah satunya adalah  Pameran mode dari anggota desainer Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) untuk perayaan 30 tahun organisasi desainer fashion indonesia ini, yang acaranya natinya akan dibarengi dengan peragaan tren tahunan dari anggotanya. Lalu perancang Bali, Oka Diputra. Merayakan 25 tahun berkarya, Oka akan menggelar pameran karya retrospektifnya mulai dari koleksi best seller, budaya, dan juga peragaan dalam konsep yang spesial di Jakarta. Patrick Owen yang baru-baru ini memamerkan art work kreasinya di Singapore Art Stage, dengan permainan dekorasi dan detail yang dirangkai dalam sebuah pigura di pertengahan tahun ini. Patrick akan melanjutkan kecintaannya pada seni, dengan eksplorasi desain melalui print hasil ilustrator muda yang akan dipamerkan dengan koleksi print scarf-nya.

4. Lini modest wear yang sudah banyak digarap oleh perancang senior, Itang Yunasz dan Ronald V Gaghana, dua tahun belakangan semakin merebak saja. Hal itu pun disambut hangat oleh beberapa desainer ternama tanah air yang melansir lini barunya ini, sebut saja, Barli Asmara, Ferry Sunarto, dan Ivan Gunawan dengan label Zoya yang melansir lini modest-wear secara serius. Barli menghadirkan koleksi hijab dengan potongan klasik eropa dan permainan dekorasi detailnya yang dikenal feminin. Begitupun dengan desainer yang dikenal dengan potongan kebaya modifikasinya, Ferry Sunarto yang menghadirkan koleksi modest-wear dengan konsep ready-to-wear yang bisa diaplikasikan untuk kegiatan sehari-hari. Desainer juga selebritas ternama, Ivan Gunawan pun melansir busana ini dengan berkerja sama dengan  label ritel busana modest ternama Shafira.

5. Jika perkembangan mengenakan busana “Made in Indonesia” sudah cukup positif dua tahun belakangan, kini label aksesori seperti tas, dan sepatu juga semakin digandrungi generasi muda. Sebut saya Byo by Tommy Ambiyo Tedji, Chiel Shoes, dan Marista Santividya. Byo melansir koleksi casual clutch dengan detail kerajinan tangan origami bertekstur 3D dengan warna yang menggemaskan. Sedangkan Chiel terdepan dalam menjawab tren straps sandal dan sol tebal, koleksi dengan desain terkini dan harga affordable, membuat label ini marak di banyak generai muda. Sedangkan koleksi sepatu formal, kreasi Marista Santividya desainer lulusan Roma, Italia banyak  mencuri perhatian kalangan muda dengan desain tren terkini dan material yang dikenal nyaman para penggemar. Beberapa desainer tersebut selain mengusung inovasi, kepekaan pada tren terkini yang disukai pasar juga membuat tiga label ini dikenal baik bagi generasi muda.

6. Kekayaan dan teknik pada tekstil nusantara yang tak pernah habis menjadi garapan baru bagi desainer muda, salah satunya Toton Januar, Sapto Djojokartiko, Jeanny Ang, dan Nonita Respati untuk  label Purana. Sapto Djojokartiko beberapa tahun terakhir mengeksplorasi bordir pada koleksinya, namun ini kali potongan atau siluet dengan inspirasi jawa, Sedangkan Jeanny Ang, melansir lini khusus ready-to-wear melalui ekplorasi batik peranakan dan kebaya encim. Yang patut diperhatikan juga purana yang mencoba batik geometris dan material  teknik tie dye dengan potongan edgy. 

7. Perilaku belanja online yang jadi tren di tanah air, menggugah banyak online store lokal menjual secara khusus kreasi siap pakai desainer muda Indonesia, seperti The Goods Dept, bobobobo.com, dan berrybenka.com. The Goods Dept yang menjadi pionir untuk memajukan talenta muda mempunyai pilihan variatif. Sedangkan bobobo.com dan berrybenka.com hadir dengan kurasi yang menarik melalui barisan desainer muda bergaya individual. 

8. Desainer muda yang mulai fokus pada dua gaya rancang khusus busana malam atau wedding gown, dan ready-to-wear. Contohnya Imelda Kartini, Yefta Gunawan, Tangan, Yelle, dan Sav Lavin. Untuk kreasi made-to-order Imelda Kartini hadir dengan desain potongan gaun malam dengan detail bordir, sulam dan permainan corak. Sedangkan Yefta Gunawan mulai dikenal sebagai desainer yang produktif dalam membuat gaun pernikahan dengan detail feminin. Sedangkan label ready-to-wear, Tangan, Yelle, dan Sav Lavin, mencoba pasar muda dengan potongan individual yang ekspresif.

9. Jika tahun lalu penyanyi fashionable Andien Aisyah melansir label fashion Happa berkolaborasi dengan desainer Mel Ahyar. Tahun ini beberapa selebriti juga melebarkan sayapnya ke bisnis fashion seperti Afgansyah Reza, Iweth Ramadhan, dan Mario Ginandjar. Happa hadir dengan potongan loose yang dikenal dengan corak inspirasi Indonesia. Mario Ginanjar dengan label Style Supply ID dan Iweth Ramadhan dengan Tik Privee mendaulat in-house designer untuk koleksinya. 

10. Beberapa talenta fashion lokal tak hanya berkreasi untuk mendesain labelnya, beberapa desainer juga berekspansi dalam ruang desain baru. Misalnya Era Soekamto creative director Iwan Tirta yang turut mendesain koleksi keramik lantai Niro Granite. Koleksi keramik hadir dengan motif batik Iwan Tirta yang ikonis. Sedangkan Ivan Gunawan turut mendesain koleksi table ware untuk label ternama St. James yang hadir dengan elegan dan motif alam yang segar.

11. Kreasi label tanah air menarik ritel fashion luar negeri untuk menjual kreasinya, seperti berita terbaru dari Biyan yang sudah menjual koleksinya secara internsaional, tahun ini akan berekspansi di Taiwan. Mel Ahyar di Manhattan, New York, Toton untuk Le Charme de Fifi et Fafa ,Tokyo, juga Ari Seputra dan Peggy Hartanto di Fenwick Department Store, London dalam konsep pop-up shop. beberapa desainer akan melansir koleksi khusus untuk pasar di luar negeri ini dan didukung oleh media promosi dari tempat belanja tersebut. 

12. Kini beberapa label fashion juga mengajak desainer atau fashion stylist sebagai konsultan kreatif atau desainer tamu bagi merek ritelnya. Seperti Auguste Soesastro untuk Parang Kencana, Chossy Latu untuk Danar Hadi, Ajeng Svastiari untuk Tri Handoko, Restu Anggraini untuk The Executive, Jenahara untuk Et Cetera. Beberapa creative director turut bertukar ide dalam hal desain, dan juga proses strategi bisnisnya. Kolaborasi dan penyatuan inspirasi bisa menjadikan koleksi label ritel busana hadir lebih kreatif dan kaya, juga perluasan akan market dan pelanggan label tersebut.

13. Fashion dan Art layaknya saudara kandung, eksplorasi desain dan kolaborasi dengan kedua praktisi tersebut mencuri perhatian. Contohnya saja Major minor dengan Eko Nugroho, Mel Ahyar, Patrick Owen dengan ilustrator muda, juga Rinda Salmun dengan seniman patung dalam kreasi siluet terkininya. Eko Nugroho paling dibicarakan setelah seniman Eko Nugroho mendesain scarf Major Minor, kreasinya banyak diminati penyuka seni dan hadir di gerai Galeries Lafayette dalam item variatif mulai dari luaran hingga atasan. Sedangkan ilustrator muda yang semakin bertumbuh di tanah air banyak mewarnai kreasi Mel Ahyar dan Patrick Owen, ragam desain yang sinergis memancing banyak label muda yang turut mengikuti jejak mereka.

14. Profesi celebrity stylist yang merebak di tahun lalu, semakin banyak talenta muda yang menggandrunginya seperti Caren Delano, Ajeng Svastiari, dan Erich Al Amin. Caren memulai dari personal shopper, namanya dikenal sejak menata gaya pada peta pernikahan Chelsea Olivia yang spektakular  , Syahrini, dan salah satu sosialita ternama tanah air. Sedangkan Ajeng Svastiari banyak menata busana penyayi senior dan muda bersama dengan tim yang dibentuknya. Erich Al Amin yang terbilang cukup muda, juga menjadi celebrity stylist yang hadir dengan tatanan gaya yang berani dan kreatif belakangan ini. 

15. Beberapa desainer mempresentasikan koleksinya di pekan mode luar negeri seperti Denny Wirawan di New York, Dian Pelangi, Etu, dan Jenahara di London Fashion Week, juga Ghea di  Milan, Italia. Denny Wirawan mengangkat kain batik kudus melalui koleksi siap pakai yang trendy di ajang peragaan New York Fashion Week. Sedangkan Dian Pelangi, Etu, dan Jenahara tampil dengan kreasi modest-wear di London berkerja sama dengan British Council. Desainer senior Ghea, juga mencoba mempresentasikan koleksinya yang eklektik di rangkaian Milan Fashion Week tahun ini.

16. Tahun ini beberapa butik yang menjual kreasi desainer, dan label lokal hadir dengan konsep dan kurasi yang individual. Contohnya saja Fashion First, Ara di bilangan Kemang, Jakarta. District 27 Lenmarc Mall Surabaya, dan District12 yang khusus menjual lini modest-wear desainer muda di fX, Jakarta, Ara menghadirkan desainer dengan desain khusus untuk butik ini seperti lansiran Toton, Todjo, Peggy Hartanto, F budi, dan Populo Batik. Fashion First turut variatif dalam pilihan koleksi mulai dari busana gaun malam hingga kasual kreasi desainer muda berbakat seperti Noom Nomi, Lotus, dan Hartono Gan. District12 lebih beda dengan koleksi hijab yang hadir dari desainer muda mulai dari Rani Hatta dan  Restu Anggraini yang berdesain lebih fun dan market yang besar. hal ini pun tak hanya di Jakarta, kota Surabaya juga memiliki butik kreasi lokal, dan desainer muda yang hip saat ini, seperti Dajyo Hiyoji, Hunting Fields, dan Identite.

 

 

 

 

 

Read More >

1:33 pm

FASHION WEEK REPORT: SPRING SUMMER 2016 ON HARPER'S BAZAAR INDONESIA MARCH 2016

02/04/2016, Fashion & Beauty

BAZAAR NEWS

Reportase berita mode di sepanjang fashion week yang disaksikan secara langsung dari Paris dan New York. 

Oleh Adi Surantha.

SAYONARA!

Alexander Wang yang secara resmi keluar dari rumah mode Balenciaga sudah menjadi buah bibir sepanjang pekan mode di Paris. Koleksi terakhirnya ditunggu-tunggu khalayak mode, namun di pertengahan Oktober tahun lalu juga merupakan koleksi terakhir bagi Raf Simons dan Alber Elbaz yang secara resmi memploklamirkan dirinya keluar dari label legendaris Paris. Setelah 3,5 tahun Raf di Dior,  dan 14 tahun Alber Elbaz di Lanvin, mereka mengundurkan diri bukan hanya soal sistem produksi dan bisnis, namun persoalan kreativitas yang sulit diekspresikan oleh kedua kreator jenius tersebut.

PAMERAN MODE

Fashion week di Paris pada Oktober tahun lalu merupakan momen yang tepat bagi banyak rumah mode untuk menggelar pameran akbar fashion. Hemes dalam tajuk “Dans L’oeil du Flâneur” berbentuk pop-up galery di pinggir sungai Seine menampilkan ragam instalasi seni interaktif Hermes dan kehidupan Paris. Pameran ini ditangani oleh Bruno Gaudichon, nuansa yang fun membuat pamerannya digemari segala lapisan usia. Lanvin pun mengelar pameran “Alber Elbaz/Lanvin Manifeste di Maison Européenne de la Photographie yang menyajikan rangkaian 350 foto saat di belakang panggung, detail, proses kreatif di studio Lanvin, hingga video interview sang mantan desainernya Alber Elbaz. Banyaknya khalayak mode dari ragam penjuru dunia yang berkumpul di Paris, membuat dua pameran ini ramai pengunjung dan pemberitaan.

JUNIOR FASHION WEEK

Tak hanya kalangan dewasa saja yang duduk di front row pekan mode, kini beberapa anak balita juga mewarnai panggung presentasi label kenamaan. Contohnya saja di peragaan Dior dan Hermes, orang tua mereka mengajak dan mendadani mereka dengan stylish, dan menggemaskan. Kehadiran mereka membuat ketegangan wajah tamu fashion show, seketika bersimpul senyuman.

DARAH SEGAR

Bagi perancang mode, siapa yang tak bermimipi ingin mempresentasikan koleksinya di Paris? Musim ini banyak desainer muda, atau label yang belum lama mempresentasikan koleksinya di kota yang yang menjadi atensi dunia mode. Seperti, Anne Sofie Madsen dari Denmark, Yang Li dan Masha Ma dari China, Maison Rabih Kayrouz dari Libanon, Valentin Yudashkin dari Israel, Shiatzy Chen dari Taiwan, dan Moon Young Hee dari Korea Selatan. Setelah menamatkan sekolah mode di Eropa, hingga bekerja di rumah mode kenamaan, atau memenangkan kompetisi fashion, mereka memilih Paris sebagai kota awal karier mode mereka. Kreasi yang berbasis pada pandangan mereka atas tradisi tanah kelahiran, dan gaya ekperimentalnya bisa menjadi penyegaran referensi tren di Paris.

GELORA ROMA

Kota abadi Roma, Italia yang jadi identitas label adibusana, Valentino menjadi pondasi membentuk citra. Kemegahan akan kota, dan sejarahnya berjalan dalam semangat, dan kreasi label yang dikenal dengan gaun merahnya ini. Untuk itu, rumah mode ini melansir sebuah buku, Valentino: Mirabilia Romae, yang diterbitkan oleh Assouline. Ragam foto inspirasi Valentino akan Roma, dan artefaknya, proses produksi, hingga presentasi dari era Valentino Garavani hingga sekarang. Acara lansirannya dilakukan di butik hip di Paris, Colette bersama duo desainernya Maria Grazia Chiuri dan Pier Paolo Piccioli yang diisi oleh instalasi koleksi terbaru mereka yang dipresentasikan di Roma,  book signing, dan cocktail party.

SATU DEKADE

Perayaan sepuluh tahun berkarya dimeriahkan oleh dua desainer kenamaan New York. Philip Lim dan Alexander Wang mengisinya dengan penuh sukacita. Philip Lim menyeting secara spesial presentasinya dengan instalasi dari Maya Lin, dan menutupnya dengan garden party bersama para undangan yang mayoritas mengenakan busana retrospektif desainer kelahiran Thailand ini. Sedangkan Alexander Wang merayakan dengan gegap gempita di New York, dengan iringan DJ, pole dancer, dan penuh sesak oleh selebriti dan model ternama, dari Lady Gaga, Kanye West, hingga Nicki Minaj.

PRESENTASI KONSEPTUAL

Paris dan New York menjadi buah bibir di pekan mode musim ini, Tak hanya soal kreasi, beragam konsep presentasi hadir dengan cara unik. Rick Owens mempresentasikannya dengan  dua model saling menggendong, Opening Ceremony menggunakan dancer dan menari sepanjang peragaan. Tommy Hilfiger menyajikan kolam buatan, dan Dries Van Noten dengan iringan live-orchestra yang mencuri perhatian. Soal venue,  Ricardo Tisci memilih roof top di gedung Manhattan, sedangkan Marc Jacobs meramaikan area Broadway dengan konsepnya kontroversial. Presentasi yang konseptual bisa dijadikan atensi dan penyemangat publik akan label mereka.

PARIS WITH LOVE

Le Bon Marche Rive Gauche, Paris menjadi tempat pembukaan untuk pameran mini banyak desainer di awal pekan mode di pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan legendaris yang dicintai  parisiene ini dipilih tiga label kenamaan untuk memamerkan koleksi terbatasnya. Mulai dari Louis Vuitton bertajuk “On Stage”  yang mempresentasikan koleksi tas terbaru kreasi Nicolas Ghesquire seri Petit Malle dan Le Twist, pameran instalasi Thom Browne untuk menandakan masuknya koleksi label ini secara perdana di Paris, hingga instalasi sepatu seri limited 10th anniversary Nicolas Kirkwood: Neon City!

 

Read More >

4:46 am

JATI DIRI LOTUZ JAKARTA

26/03/2016, Fashion & Beauty

Read More >

4:45 am

BERKUMPUL APIK DI HUNTING FIELDS

26/03/2016, Fashion & Beauty

Read More >
MAY 29, 2015 AT 3:53 AM

SAYS :


3 of 27 | 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27 

"4 DECADES OF FASHION" A FASHION EXHIBITION CURATED & DIRECTED BY ADI SURANTHA FOR STUDIO ONE 40TH ANNIVERSARY


"4 DECADES OF FASHION" A FASHION EXHIBITION CURATED & DIRECTED BY ADI SURANTHA FOR STUDIO ONE 40TH ANNIVERSARY


ADI SURANTHA X TUTY CHOLID. JAKARTA FASHION WEEK 2016


ME WITH LANVIN MEN'S WEAR CREATIVE DIRECTOR, LUCAS OSSENDRIJVER


ME WITH VALENTINO'S CREATIVE DIRECTOR, PIERPAOLO PICCIOLI


ME WITH MIRANDA KERR AT LV


ME WITH GRACE CODDINGTON


ME WITH GLOBAL FASHION DIRECTOR CARINE ROITFELD AT HERMES PFW


ME WITH ANNA DELLO RUSSO AFTER CHANEL PFW


ADI IN H&M WANG


ADI SURANTHA FOR ALKISAH BY RIO MOTRET


ADI SURANTHA WITH BRYAN BOY


EXTRAORDINARY BEAUTY


SEMANIS AURA MANISH ARORA


NYONYA JUNYA


ALL AGES, ALL RACES, ALL SEXES


AS X CLARKS


ADI SURANTHA X TRI HANDOKO AT JAKARTA FASHION WEEK 2015


ADI SURANTHA FOR CLARKS SHOES


TEST KANAN


AMBER TAMBLYN


CHANEL BOY


CHANEL RESORT 2016


BEAUTY DIARY


DIOR RESORT 2016


FAV PIC THIS WEEK


ADI SURANTHA FASHION BLOGGER FOR CLARK SHOES INDONESIA


ADI WITH TORY BURCH


ADI SURANTHA FASHION STYLIST FOR PLAZA INDONESIA 25TH ANNIVERSARY INSTALATIONS


ADI AT NEW YORK FASHION WEEK


TEX SAVERIO BEFORE LADY GAGA


FASHION PORTFOLIO. BAZAAR FASHION CONCERTO 2013 BY ADI SURANTHA


OH YOHJI


AMICA INDONESIA BY ADI SURANTHA


COSMOPOLITAN INDONESIA SEPTEMBER 2013. ART ISSUE. SPECIAL SECTION ART BY ADI SURANTHA


DEWI SANDRA BY ADI SURANTHA


ADI WITH GILES DEACON